February 5, 2014
Pada Waktu, Kita Mencari Jawabannya
Kamu adalah pembuat rindu, serta candu.
Kamu terkadang semu dianggap, namun nyata dalam harap.
Sayang, apa kamu tau perasaanku? Ah, pastilah kau tau.
Sayang, rasa ini sungguh menggerogoti, dimana ada tawa dan kita yg mengisi.
Sejauh jarak membelenggu, tak mampu menutup bahagiaku akanmu.
Sayang, bersabarlah; pada waktu yg akan tiba; ketika kita berjumpa.
Kita, Mungkin Tak Pernah Ada
Aku fikir, aku adalah orang yg berani utk mencintai.
Aku berani memperlakukan 'mereka' dengan cara yg sebaik2nya,
setulus2nya, dan seberjuang itu.
Kepada dirinya, keluarga, teman, bahkan lingkungan.
Namun seringnya,
diakhir aku selalu merasa ada yg salah dlm setiap hubungan.
Maka selalulah aku berhenti pada sebuah titik, keraguan.
Dimana aku, kembali menjadi diriku.
Apa sebenarnya aku adalah orang yg terlalu serakah?
Yang menginginkan kesempurnaan kisah cinta yg aku impikan.
Yang selalu ragu,
dan tak mampu percaya akan bahagia yg mampu diciptakan 'kita'.
October 16, 2013
Kamu harus segera tau
Ia hanya berteriak dan meneriakiku atas rasa yang tak ia rasa, atas apa yang selama ini tak ada.
Ia menghujatku dengan masa lalu, dengan berbagai cerita yang ia benarkan begitu saja.
Ia meludahi apa yang aku rasa, menuding bahwa ia adalah kebenarannya, bahwa sakitku tak kan berarti apa apa, karena baginya, aku ini hina.
Siapa yang tak punya salah? Sini datanglah.
Kamu, tak tau menjadi aku.
Kamu, pergilah jauh dengan ketololanmu dalam mencoba menyayangiku.
Setidaknya, kamu harus segera tau..
Siapa yang tak punya masa lalu? Sini kuhidupkanmu.
Karena aku banyak belajar dari salah dan laluku,
tapi kamu hanya mampu memberi segala penilaian tanpa mau berkesempatan.
Kamu, hanya besar omongmu yang berkata menerimaku.
Kamu, membuatku sejenak terpaku akan sedikit pesona tuturmu.
Tak lagi ada aku yang terbodohi oleh hinamu.
Tak ada lagi kamu, yang tak tau apa apa yang menyakitiku.
Aku tak butuh kamu atas semua pilu.
Bahwa kamu sangat tolol telah sepicik ini terhadapku.
Wanita Perkasa (?)
Karena tak ada pelabuhan abadi disini
Semua semu
Perompak yang tak mengaku
Banyak wajah, banyak pepatah
Semua bisa saja meluluh lantakkan segalanya
Semua bergaung sesukanya
Memilih untuk selalu berbicara pada keadaan yang "aku" anggap tak tepat
Dan ada kalanya saat semua ingin direnovasi, "kau" membisu, sepi, layaknya pelabuhan tak berpenghuni
Karena bagaimanapun aku ini wanita
Seberapa besar logika membentengiku, tetap saja hati berbicara
Rasa
Ah, omongan kosong masalah rasa
Sejujurnya hanya kemunafikanku yang ada
Bersembunyi dibalik jeruji dengan label wanita perkasa
Semua semu
Perompak yang tak mengaku
Banyak wajah, banyak pepatah
Semua bisa saja meluluh lantakkan segalanya
Semua bergaung sesukanya
Memilih untuk selalu berbicara pada keadaan yang "aku" anggap tak tepat
Dan ada kalanya saat semua ingin direnovasi, "kau" membisu, sepi, layaknya pelabuhan tak berpenghuni
Karena bagaimanapun aku ini wanita
Seberapa besar logika membentengiku, tetap saja hati berbicara
Rasa
Ah, omongan kosong masalah rasa
Sejujurnya hanya kemunafikanku yang ada
Bersembunyi dibalik jeruji dengan label wanita perkasa
Salah Pikiran
Ada yang mengaku kawan, kemudian ia datang
membawa segala topeng akan keceriaan
Berlaku sebagaimana orang ingin dipercaya
namun pada akhirnya, ia hina
Ia diam ketika aku tersudut
Ia tak berbuat apa atas itu
Ia hanya mendengarkan seolah ingin menjadi saksi
Ia tak belaku, tak jua menenangkanku
Dan waktu belalu
Saat ku lupakan masa itu
Pada akhirnya tiba
Saat dimana ia yang mengaku kawan
Datang dengan kisah masa lalu sebagai parang
Modal bercerita pada orang
Picik
Ia sama sekali tak tau perasaanku
Kemana saja ia ketika aku mengalaminya
Ia hanya bisa beceloteh
Ya, kini aku sangat sakit hati
Kalian terlalu picik menghakimiku atas masa lalu
Semoga kalian cepat sadar akan segala salah pikiran
membawa segala topeng akan keceriaan
Berlaku sebagaimana orang ingin dipercaya
namun pada akhirnya, ia hina
Ia diam ketika aku tersudut
Ia tak berbuat apa atas itu
Ia hanya mendengarkan seolah ingin menjadi saksi
Ia tak belaku, tak jua menenangkanku
Dan waktu belalu
Saat ku lupakan masa itu
Pada akhirnya tiba
Saat dimana ia yang mengaku kawan
Datang dengan kisah masa lalu sebagai parang
Modal bercerita pada orang
Picik
Ia sama sekali tak tau perasaanku
Kemana saja ia ketika aku mengalaminya
Ia hanya bisa beceloteh
Ya, kini aku sangat sakit hati
Kalian terlalu picik menghakimiku atas masa lalu
Semoga kalian cepat sadar akan segala salah pikiran
Subscribe to:
Posts (Atom)