January 4, 2015

See You..


Teruntuk kalian-kalian yang pandai sekali menyayat perasaan...

Aku sakit, sayang.
Ketika kita hanya bisa diam dan memandang akan adanya ruang kosong antara kita.
Aku sakit, sayang.
Ketika kita tak lagi bisa bercerita.
Apa saja yang layak diceritakan.

Bukan karena benci atau semacamnya.
Namun atas rasa bersalah telah sering membuat jarak diantaranya.

Sayang,
kini aku tak pandai merayumu.
Tak pandai mengungkap rindu.

Aku ingin kamu tau,
aku banyak berdoa agar kita selalu dapat bersama.
Baik-baik ya dimanapun kamu berada.
Maafkan jika aku telah menjadi seorang yang semakin keras untukmu.
Aku, tetap mencintaimu.

Doakan aku lekas menyelesaikan studi, dan segera menyusulmu.
See you, sahabat-sahabatku..

January 2, 2015

Dariku Untukmu, Tuan...


Tuan...
Banyak yang salah dariku,
kuharap kau berkenan menegurku.
Banyak yang kurang dariku,
kuharap kau berkenan melengkapiku.

Tuan...
Banyak lemahku,
jika tau kamu sekuat itu.
Banyak kuatku,
yang tak mau kutunjukkan padamu.

Tuan...
Seolah aku memberi taumu apa saja yang ada didiriku.
Tapi tuan,
apa yang kau lakukan?
Bukalah hatimu.

Bukankah kita berjalan menuju titik pertemuan?
Bukan salah satu yang sengaja mencari untuk ditemukan.

Ini tak adil, tuan.

Apa yang Mulai Aku Rasa


Cinta,
memang tak terdefinisi.
Atau mungkin ia banyak dibedakan melalui arti.

Cinta bagiku adalah keikhlasan.
Dimana segala yang terbaik adalah hal yang dimuliakan.

Cinta,
bisa jadi adalah perhatian.
Bisa jadi kepedulian.
Bisa jadi pula pengorbanan.

Cinta,
apalah arti seucap kata cinta.
Ah, tapi nyatanya bahkan aku lupa apa kamu telah mengucapkannya?

Cinta,
apalah arti bicara jika dengan diam kita sudah tenang.
Ah, tapi nyatanya itu bisa jadi membuat kita tak tau apa-apa.

Lalu,
cinta yang seperti apa yg kau harapkan dari kita?
Jika tak pernah kita ucapkan kata cinta;
tak kita pernah bicarakan semua.
Lalu,
cinta yang seperti apa yg kau harapkan dari kita?
Jika aku mulai merasa bahwa kita sekedar teman kencan saja.

January 1, 2015

Selamat Datang, Tahun Penuh Keberkahan!


Sampai menit ini,
aku bingung bagaimana mengucapkan selamat datang dengan baik pada 2015.

Rasanya,
2014 terlalu indah dan berkah.
Banyak perjuangan,
harapan,
kawan, dan
kenangan.

Berjuang untuk lulus dari bangku kuliahan;
mencari pekerjaan dan menaruh harapan;
lebih banyak mengenal kawan dan menghargai sebuah pertemuan; serta
memutuskan untuk kembali lagi ke bangku kuliahan.

Ah,
segalanya memang layak untuk diperjuangkan
agar menjadi sebuah kenangan yg membanggakan, ya.

Yah,
walau 2014 terlalu indah untuk ditinggalkan...
Namun kini, aku berteriak...

Hey, sayang! Liat 2015 telah datang!

Tahun yang akan kita isi dengan lebih banyak tawa,
kehangatan,
kasih sayang, dan
beribu keberkahan.

Mari kawan, kita ucapkan selamat datang pada kisah-kisah selanjutnya!


December 25, 2014

Telah Usang


Tuan,
Sadarkah bahwa yang kupunya hanyalah ego atas harga diri
atas keberanian bermimpi, yg kau hancurkan?

Tuan,
Maaf untuk aku yg tak bisa bertahan dan memilih pergi meninggalkan..
janjimu, yg telah kau usangkan.