January 5, 2015

I Try Before I Die


Selamat malam, Pa.


Malam ini,
Seperti malam-malam biasanya,
kami makan berdua.

Namun, memang ada beberapa yang tak biasa.

Biasanya, 
kami tak pergi keluar untuk makan malam.

Biasanya,
aku meminta suap dari piring papa.
Rasanya lezat sekali.

Biasanya,
papa kesal dan menyuruhku untuk mengambil piringku sendiri.

Malam ini,
kami makan diluar.
Tempat favorit, sate sapi lontong sayur.

Tak terasa ternyata dua jam berlalu di tempat itu.

Ketika membayar,
ibu warungpun berkata..
"Mbak, asik banget sama papanya, ketawanya sampe nangis gitu".

Memang...

Papa selalu super dalam hal membuat cerita lucu.

Tapi malam ini,
dia makin menjadi ahlinya.

Selamat malam, Pa.

PS: Jangan Buang Waktumu untuk Membaca Ini

January 5, 2015, 7:30 AM



Teman-teman, saya ada cerita

Pagi ini saya berangkat magang mengenakan setelan kemeja dan rok panjang 
Saya berangkat dari Jogja selatan ke loket pembayaran Penerimaan Mahasiswa Baru UII di Jalan Kaliurang

Sepanjang perjalanan, seperti biasanya... Jalanan padat. Ditambah lagi, mungkin karena hari ini hari Senin dan hari pertama masuk sekolah

Sepanjang perjalanan, seperti biasanya...
Saya melakukan rutinitas gaya-berkendara-motor seperti biasa

Menit itu, saya berada di Jalan Kaliurang KM 11, sudah dekat dengan kantor
Ada truk keluar dari pom bensin sebelah kanan, kemudian menyebrang dengan enaknya langsung merapat ke sisi bagian kiri dengan kecepatan tinggi

Oleh karena itu saya pindah ke sisi sebelah kanannya, menambah kecepatan dan bermaksud menyalipnya

Brrrrtttttrrrttt tiba-tiba ada suara seperti itu terdengar kencang

Ternyata rok hijau pastel yang saya gunakan terbelit ke dalam jeruji belakang

Saya langsung istighfar, dan menambah banyak deretan hamdalah

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya tak menambah kecepatan saat menyalip, bisa jadi akan membuat saya jatuh

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya terlalu ngebut ketika menyalip, bisa jadi membuat saya oleng dan akan mengganggu pengguna jalan lain dimana juga ada truk pada arah sebaliknya

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya tidak melakukan gaya-berkendara-motor seperti biasa yaitu banyak berdzikir -agar tidak mengantuk diperjalanan, bisa jadi saya akan jatuh karena tak cukup fokus

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Jika saya tak mengenakan rok pagi ini, sudah pasti saya tak akan merasa sebersyukur ini, karena sudah diselamatkan dan diberi tambahan keberkahan bisa selamat sampai kantor dan merasakan loket baru

Teman-teman,
maaf cerita saya terlalu panjang

Tapi saya ingin mengingatkan bagi kalian yang mengenakan rok panjang, berhati-hatilah
Karena saya adalah orang yg selalu mengingatkan orang lain sekalipun dijalanan, namun tetap saja saya bisa ceroboh juga

Bagi kalian yg mengenakan rok pendek, yok ganti rok panjang tapi tetap waspada hehe

Bagi kalian, lelaki yg memboncengkan, lebih baik menabung untuk membeli kendaraan yg lebih aman daripada motor
Toh memboncengkan wanita yg bukan muhrim bisa jadi dosa, bahaya pula, hehe

Tetap semangat ya teman-teman,
Tetap waspada,
Dan tetap banyak berdoa

Salam,
elmbul yang sedang merasa penuh keberkahan dan kurang kerjaan :"

January 4, 2015

See You..


Teruntuk kalian-kalian yang pandai sekali menyayat perasaan...

Aku sakit, sayang.
Ketika kita hanya bisa diam dan memandang akan adanya ruang kosong antara kita.
Aku sakit, sayang.
Ketika kita tak lagi bisa bercerita.
Apa saja yang layak diceritakan.

Bukan karena benci atau semacamnya.
Namun atas rasa bersalah telah sering membuat jarak diantaranya.

Sayang,
kini aku tak pandai merayumu.
Tak pandai mengungkap rindu.

Aku ingin kamu tau,
aku banyak berdoa agar kita selalu dapat bersama.
Baik-baik ya dimanapun kamu berada.
Maafkan jika aku telah menjadi seorang yang semakin keras untukmu.
Aku, tetap mencintaimu.

Doakan aku lekas menyelesaikan studi, dan segera menyusulmu.
See you, sahabat-sahabatku..

January 2, 2015

Dariku Untukmu, Tuan...


Tuan...
Banyak yang salah dariku,
kuharap kau berkenan menegurku.
Banyak yang kurang dariku,
kuharap kau berkenan melengkapiku.

Tuan...
Banyak lemahku,
jika tau kamu sekuat itu.
Banyak kuatku,
yang tak mau kutunjukkan padamu.

Tuan...
Seolah aku memberi taumu apa saja yang ada didiriku.
Tapi tuan,
apa yang kau lakukan?
Bukalah hatimu.

Bukankah kita berjalan menuju titik pertemuan?
Bukan salah satu yang sengaja mencari untuk ditemukan.

Ini tak adil, tuan.