January 8, 2015

Cinta


"Kakek, apakah cinta itu menyenangkan seperti musik?"

"Ya. Ia seperti musik, tetapi cinta sejati akan membuatmu selalu tetap menari meskipun musiknya telah berhenti."

"Kakek, apakah cinta itu menakutkan seperti hantu?"

"Ya. Cinta sejati seperti hantu. Semua orang membicarakannya, tetapi sedikit sekali yang benar-benar pernah melihatnya."

"Kakek, apakah cinta sesejuk air sungai ini?"

"Ya. Cinta sejati memang seperti air sungai, sejuk menyenangkan, dan terus mengalir, mengalir terus ke hilir tidak pernah berhenti. Semakin lama semakin besar karena semakin lama semakin banyak anak sungai yang bertemu. Begitu juga sungai, semakin lama mengalir semakin besar batang perasaannya."

"Kalau begitu ujung sungai ini pasti ujung cinta itu?"

"Cinta sejati adalah perjalanan, sayang. Cinta sejati tak pernah memiliki tujuan."

"Kakek, apakah cinta itu memberi, seperti yang selalu kakek lakukan saat memberi makan ayam-ayam?"

"Tidak. Karena kau selalu bisa memberi tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tetapi kau takkan bisa mencintai tanpa selalu memberi."

"Kakek, dari kota manakah cinta datang?"

"Tidak ada yang tahu, sayang. Cinta sejati datang begitu saja, tanpa ada satu pun alasan yang jelas."

"Kalau begitu, bagaimana Zalaiva tahu itu cinta?"

"Kau akan tahu ketika dia datang. Tahu begitu saja. Dulu orang-orang menyebutnya cinta pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang pada pandangan pertama. Cinta sejati selalu datang di saat yang tepat, waktu yang tepat. Ia tidak pernah tersesat. Cinta sejati selalu datang pada orang-orang yang berharap berjumpa padanya dan tak pernah berputus asa."

"Suatu saat jika kau beruntung menemukan cinta sejatimu. Ketika kalian akan saling bertatap untuk pertama kalinya, waktu akan berhenti. Seluruh semesta alam takzim menyampaikan salam. Ada cahaya keindahan yang menyemburat, menggetarkan jantung. Hanya orang-orang beruntung yang bisa melihat cahaya itu,  apalagi berkesempatan bisa merasakannya."


(Dikutip dari cerpen Pandangan Pertama Zalaiva, karya Tere Liye)

Cinta yang Layak


Selayaknya cinta seperti ini..
Ia paham kemana cerita-cerita berasal dan bermuara.
Ia paham bagaimana mengobati luka,
walaupun hanya diam dan memberi pelukan.
Ia paham bagaimana mengerti cara menghargai,
menyempatkan waktu untuk sekedar bertemu.

Selayaknya cinta seperti ini..
Ia tak melihat apa yang salah dan benar dari pasangan.
Ia menerima dengan kelapangan.
Ia cukup ada saat bahagia dan duka.

Bagiku,
menemukan seorang yang sama sepertiku, mungkin jarang.
Berhubungan dengan seorang yang sekerasku, mungkin tak gampang.
Tapi, ini cinta yang layak untuk dipertahankan.

Selayaknya cinta seperti ini,
Semoga kedepan kita selalu menjadi orang yang saling mencari,
saat bahagia dan duka,
saat memiliki atau tak memiliki cinta,

Cindy, aku mengagumi hubungan kita,
Dimana semua indah atas keikhlasan kita untuk bersama.

Btw..
Cindy, aku mengagumimu atas apa yg kamu fikirkan tentang cinta.
Mungkin aku tak seberjuang kamu, aku mudah menyerah.
Mungkin aku tak setulus kamu, aku tukang pamrih.

Semoga lekas kita dipertemukan dengan jodoh kita, ya.
Aku tak sabar pria seperti apa yang seberuntung aku mendapatkan kasih sayangmu.


January 5, 2015

I Try Before I Die


Selamat malam, Pa.


Malam ini,
Seperti malam-malam biasanya,
kami makan berdua.

Namun, memang ada beberapa yang tak biasa.

Biasanya, 
kami tak pergi keluar untuk makan malam.

Biasanya,
aku meminta suap dari piring papa.
Rasanya lezat sekali.

Biasanya,
papa kesal dan menyuruhku untuk mengambil piringku sendiri.

Malam ini,
kami makan diluar.
Tempat favorit, sate sapi lontong sayur.

Tak terasa ternyata dua jam berlalu di tempat itu.

Ketika membayar,
ibu warungpun berkata..
"Mbak, asik banget sama papanya, ketawanya sampe nangis gitu".

Memang...

Papa selalu super dalam hal membuat cerita lucu.

Tapi malam ini,
dia makin menjadi ahlinya.

Selamat malam, Pa.

PS: Jangan Buang Waktumu untuk Membaca Ini

January 5, 2015, 7:30 AM



Teman-teman, saya ada cerita

Pagi ini saya berangkat magang mengenakan setelan kemeja dan rok panjang 
Saya berangkat dari Jogja selatan ke loket pembayaran Penerimaan Mahasiswa Baru UII di Jalan Kaliurang

Sepanjang perjalanan, seperti biasanya... Jalanan padat. Ditambah lagi, mungkin karena hari ini hari Senin dan hari pertama masuk sekolah

Sepanjang perjalanan, seperti biasanya...
Saya melakukan rutinitas gaya-berkendara-motor seperti biasa

Menit itu, saya berada di Jalan Kaliurang KM 11, sudah dekat dengan kantor
Ada truk keluar dari pom bensin sebelah kanan, kemudian menyebrang dengan enaknya langsung merapat ke sisi bagian kiri dengan kecepatan tinggi

Oleh karena itu saya pindah ke sisi sebelah kanannya, menambah kecepatan dan bermaksud menyalipnya

Brrrrtttttrrrttt tiba-tiba ada suara seperti itu terdengar kencang

Ternyata rok hijau pastel yang saya gunakan terbelit ke dalam jeruji belakang

Saya langsung istighfar, dan menambah banyak deretan hamdalah

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya tak menambah kecepatan saat menyalip, bisa jadi akan membuat saya jatuh

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya terlalu ngebut ketika menyalip, bisa jadi membuat saya oleng dan akan mengganggu pengguna jalan lain dimana juga ada truk pada arah sebaliknya

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Saya tidak melakukan gaya-berkendara-motor seperti biasa yaitu banyak berdzikir -agar tidak mengantuk diperjalanan, bisa jadi saya akan jatuh karena tak cukup fokus

Saya tak tau apa yang akan terjadi jika
Jika saya tak mengenakan rok pagi ini, sudah pasti saya tak akan merasa sebersyukur ini, karena sudah diselamatkan dan diberi tambahan keberkahan bisa selamat sampai kantor dan merasakan loket baru

Teman-teman,
maaf cerita saya terlalu panjang

Tapi saya ingin mengingatkan bagi kalian yang mengenakan rok panjang, berhati-hatilah
Karena saya adalah orang yg selalu mengingatkan orang lain sekalipun dijalanan, namun tetap saja saya bisa ceroboh juga

Bagi kalian yg mengenakan rok pendek, yok ganti rok panjang tapi tetap waspada hehe

Bagi kalian, lelaki yg memboncengkan, lebih baik menabung untuk membeli kendaraan yg lebih aman daripada motor
Toh memboncengkan wanita yg bukan muhrim bisa jadi dosa, bahaya pula, hehe

Tetap semangat ya teman-teman,
Tetap waspada,
Dan tetap banyak berdoa

Salam,
elmbul yang sedang merasa penuh keberkahan dan kurang kerjaan :"